Pulau Lagundri

Pantai Lagundri terletak di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Pantai ini sangat dikenal oleh kalangan peselancar profesional kelas dunia. Ombak di pantai ini bisa mencapai 7-10 meter. Di pantai ini juga sering digunakan sebagai kejuaraan surfing tingkat internasional.

Para seurfer dapat menjajal lipatan gelombang yang tingginya mampu mencapai 6 hingga 9 meter dengan berbagai tingkatan. Tidak hanya itu panjang daya dorong ombak di kawasan pantai Lagundri bahkan bisa mencapai 200 meter. Setiap tahun banyak wisatawan terutama wisatawan mancanegara yang mengunjungi pantai ini. Pantai Lagundri sudah beberapa kali menjadi lokasi lomba selancar baik nasional maupun internasional. Nias Open adalah salah satu kejuaraan yang rutin  diselenggarakan dimana ratusan peselancar mancanegara terutama dari Australia begitu mendominasi lautannya. 


Pantai Lagundri sangat bagus untuk tujuan wisata. Pasalnya, di sepanjang Pantai Lagundri dan Pantai Sorake berjajar homestay yang siap melayani dan membuai wisatawan yang ingin menikmati keindahan pantai. Tarifnya cukup semurah penginapan melati. Sampai saat ini kalau kita naik feri dari Sibolga menuju Gunung Sitoli atau naik pesawat dari Polonia Medan ke Binaka, akan menjumpai banyak sekali turis mancanegara. Mereka adalah penggemar olahraga selancar yang akan ke Pantai Sorake dan menikmati keindahan pantai pasir putih di Lagundri. Wajar saja mereka berdatangan ke sana. Sebab, Sorake dan Lagundri disebut-sebut sebagai tempat selancar paling baik kedua setelah Hawaii.

 

Pantai Lagundri yang berpasir putih. Pantainya berada di sebuah laguna, bersebelahan dengan Pantai Sorake, sekitar 13 Km di selatan Kota Teluk Dalam. Di Kecamatan Pulau-pulau Batu juga ada lokasi menyelam, terumbu karang, serta ikan-ikan hias plus pantai berpasir putih. Ada juga peninggalan zaman megalitik berupa batu-batu megalit di Kecamatan Lahusa dan Gomo.

Selain itu, terdapat juga peninggalan cagar budaya, yaitu permukiman desa adat Nias di Bawomataluo yang terletak di pedalaman dan berada di puncak bukit. Kompleks tersebut menyimpan banyak pesona, khususnya kehidupan asli masyarakat di sana dengan berbagai tradisi di antaranya adalah Hombo Batu atau yang kita kenal sebagai Lompat Batu.

 Bagi anda yang ingin berkunjung, disarankan untuk datang bulan April atau Mei untuk mendapatkan ombak yang besar dan menantang untuk berselancar ria.